ENGLISHEN
Home Headline Pidato Prabowo di Harkopnas: Kritik Paham Neoliberal dan Pesan Optimisme Bangsa

Pidato Prabowo di Harkopnas: Kritik Paham Neoliberal dan Pesan Optimisme Bangsa

Presiden Prabowo Subianto kritik tajam sistem ekonomi neoliberal dan serukan penguatan koperasi di Hari Koperasi Nasional ke-79.

Pidato Prabowo di Harkopnas: Kritik Paham Neoliberal dan Pesan Optimisme Bangsa
Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr presidenri.go.id
Share

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap sistem ekonomi yang berjalan di Tanah Air dan menyerukan penguatan koperasi pada puncak Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Minggu (12/07/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti dominasi paham ekonomi neoliberal di Indonesia selama tiga puluh tahun terakhir.

Menurutnya, paham tersebut secara esensial menyimpang dari konstitusi negara, yakni Undang-Undang Dasar 1945.

Pernyataan tegas ini disampaikan Prabowo saat berpidato di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.

Kepala Negara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke fondasi yang dirancang para pendiri bangsa.

“Di masa tiga puluh tahun yang terakhir ini, kita melihat ekonomi Indonesia dikuasai oleh paham ekonomi neoliberal yang sesungguhnya adalah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945,” kata Prabowo dikutip dari Headline News, Metro TV, Minggu 12 Juli 2026.

“Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke arah yang dirancang oleh pendiri-pendiri bangsa kita. Yaitu ekonomi kekeluargaan, ekonomi kerakyatan, ekonomi dimana semua unsur harus berperan dan harus diberi kesempatan,” tegas Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dan memiliki potensi besar untuk bangkit.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong demi mewujudkan kemajuan bangsa.

“Yang ragu-ragu silakan duduk di rumah saja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain. Silakan, tidak ada yang melarang,” kata Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo secara gamblang menyindir perilaku pihak asing yang kerap mengeksploitasi kekayaan alam Tanah Air secara semena-mena.

Beliau mengingatkan bahwa sikap toleransi dan keterbukaan masyarakat Indonesia sering disalahartikan dan dimanfaatkan oleh kekuatan geopolitik luar.

Ia juga menegaskan koperasi sebagai salah satu sokoguru perekonomian nasional sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa.

Oleh karena itu, penguatan koperasi perlu dilakukan secara seimbang dengan penguatan sektor-sektor ekonomi lainnya.

“Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain, no. Kita perkuat semuanya. Saudara-Saudara sekalian, Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini,” tuturnya.

Share
Related Articles
Kejagung Resmi Tahan Febrie Adriansyah Terkait Kasus TPPU
HeadlineHukum & KriminalNasional

Kejagung Resmi Tahan Febrie Adriansyah Terkait Kasus TPPU

Kasus TPPU membawa Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Rutan KPK. Kejagung menahan...

5 Tradisi Unik Peringatan Hari Besar Nasional di Berbagai Pelosok Nusantara yang Jarang Tersorot Media
BudayaNasional

5 Tradisi Unik Peringatan Hari Besar Nasional di Berbagai Pelosok Nusantara yang Jarang Tersorot Media

Intip 5 tradisi unik peringatan hari besar nasional di berbagai pelosok Nusantara...

7 Tokoh Inspiratif Nasional yang Paling Konsisten Bergerak di Garis Depan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi NasionalNasional

7 Tokoh Inspiratif Nasional yang Paling Konsisten Bergerak di Garis Depan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

Kenali 7 tokoh inspiratif nasional yang konsisten menggerakkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dari...


DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved