Sunday, 13 September 2026
Hot

Iran Tolak Negosiasi Tahap Dua dengan AS, Perang Berlanjut

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESSIran Tolak Negosiasi Tahap Dua dengan AS, Perang Terancam Berlanjut. Iran menolak negosiasi perdamaian tahap kedua dengan Amerika Serikat karena tuntutan Washington dianggap berlebihan. Gencatan senjata berisiko berakhir 22 April 2026, sementara AS mengancam lanjutkan blokade dan serangan jika tidak ada kesepakatan.

Pemerintah Iran menolak mengikuti negosiasi perdamaian tahap kedua dengan Amerika Serikat (AS). Penolakan ini disampaikan melalui laporan media resmi Iran, IRNA, pada 19 April 2026.

Menurut IRNA, Iran memutuskan tidak hadir dalam putaran pembicaraan lanjutan karena menilai tuntutan AS berlebihan, harapan tidak realistis, serta sikap Washington yang sering berubah-ubah dan penuh kontradiksi. Iran juga menyebut blokade angkatan laut AS sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Iran Tolak Negosiasi Tahap Dua dengan AS, Perang Berlanjut

Article ad in the middle of article

Negosiasi tahap pertama antara kedua pihak sempat digelar di Pakistan pada 11 April 2026. Pembicaraan yang berlangsung selama 21 jam itu berakhir tanpa hasil. Iran menolak syarat utama AS yang menuntut penghentian program pengembangan senjata nuklir Teheran.

Rencana negosiasi tahap kedua awalnya dijadwalkan di Islamabad, Pakistan, pada 16-17 April 2026. Namun, pertemuan tersebut tidak terlaksana karena kedua pihak masih membahas waktu dan tempat yang tepat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, menyatakan bahwa keputusan mengenai delegasi dan kehadiran sepenuhnya menjadi hak pihak-pihak yang terlibat.

Baca Juga: AS Siap Lanjut Perang jika Iran Tolak Kesepakatan Damai

Gencatan senjata antara Iran dan AS kini terancam berakhir pada Rabu, 22 April 2026. Jika tidak ada kesepakatan damai sebelum tanggal tersebut, risiko konflik bersenjata kembali meningkat.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan peringatan tegas. Menurutnya, jika Iran memilih tidak menyepakati perdamaian, negara itu akan menghadapi blokade serta pengeboman terhadap infrastruktur, listrik, dan fasilitas energi. Hegseth menambahkan bahwa AS berencana menguasai Selat Hormuz secara penuh dan menyerang seluruh infrastruktur energi Iran untuk melemahkan kemampuan mereka.

Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, menjelaskan bahwa kegagalan negosiasi tahap pertama disebabkan oleh penolakan Iran terhadap syarat perdamaian yang diajukan Washington. Vance menyebut bahwa jika Iran menerima syarat tersebut, kesepakatan kemungkinan besar bisa tercapai.

Program senjata nuklir Iran menjadi isu utama dalam pembicaraan ini. AS memandang program tersebut mengganggu stabilitas keamanan di Timur Tengah dan dunia secara lebih luas.

iran-tolak-negosiasi-tahap-dua-dengan-as

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai jadwal baru untuk negosiasi tahap kedua. Situasi ini membuat ketegangan antara kedua negara tetap tinggi menjelang batas akhir gencatan senjata.

Iran menyatakan bahwa ketidakhadirannya dalam putaran kedua pembicaraan tersebut disebabkan oleh tuntutan berlebihan Washington, harapan yang tidak realistis, perubahan sikap yang terus-menerus, kontradiksi yang berulang, serta blokade angkatan laut yang dianggap melanggar gencatan senjata.

Penolakan ini menambah kompleksitas upaya perdamaian di kawasan. Selat Hormuz sebagai jalur penting pengiriman minyak dunia berpotensi menjadi titik kritis jika konflik eskalasi.

Tetap pantau perkembangan situasi Timur Tengah untuk informasi terbaru yang netral dan faktual.

Article ad after last paragraph