Friday, 11 September 2026
Hot

Peran Jurnalis di Tengah Perkembangan AI dan Media Tradisional

Bagaimana jurnalisme tradisional bertahan di tengah gempuran kecerdasan buatan? Simak liputan dari Asia-Pacific Media Forum di Shenzhen.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, SHENZEN – Perbincangan mengenai transformasi media kini telah bergeser ke arah penggunaan teknologi kecerdasan buatan, Kamis (10/9/2026).

Teknologi ini mampu menghasilkan konten dengan lebih cepat, menekan biaya, serta menerjemahkannya ke berbagai bahasa dalam hitungan detik.

Organisasi berita tradisional kini dihadapkan pada pertanyaan krusial mengenai nilai tambah jurnalis manusia. Isu tersebut menjadi sorotan utama dalam pertemuan para profesional media yang hadir di Asia-Pacific Media Forum.

Acara yang mengusung tema “Building a Path to Shared Prosperity for the Asia-Pacific Community: Media Consensus and Action” tersebut dibuka di Shenzhen, Guangdong, China. Lebih dari 400 perwakilan dari lebih dari 40 negara dan wilayah turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Article ad in the middle of article

Zahir Shah Sherazi selaku kepala BOL News di Pakistan berpendapat bahwa teknologi tersebut dapat mempermudah peliputan namun tidak bisa menggantikan kehadiran fisik manusia.

“You still need physical presence to put in emotions,…Machines cannot replace humans,” ujar Zahir Shah Sherazi.

Donovan Ralph Martin selaku CEO sekaligus pemimpin redaksi outlet asal Kanada, The Daily Scrum News, memandang penggunaan teknologi sebagai suatu keharusan.

“is as good as the people using it,” ungkap Donovan Ralph Martin, seraya menekankan pentingnya interaksi manusia dalam industri pemberitaan.

Muhammad Ashraf selaku pemimpin redaksi Daily Mashriq Lahore asal Pakistan menyatakan bahwa perubahan adalah hal yang pasti.

“Change is the only permanent thing in the world,” ucap Muhammad Ashraf.

Nang Calyar Win selaku CEO Asian Fame Media Group asal Myanmar menyampaikan pandangan serupa melalui sebuah perumpamaan.

“AI is like a reflection of everybody,” tutur Nang Calyar Win.

Beliau menambahkan bahwa hasil yang diberikan oleh sistem sangat bergantung pada instruksi penggunanya.

“The AI depends on the user,” terang Nang Calyar Win.

Sebagai langkah nyata dari forum tersebut, Shenzhen Daily dan Daily Kasoti asal Pakistan menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama produksi konten. Penandatanganan tersebut dilakukan kurang dari 24 jam pada tanggal Sept. 4 menjelang pembukaan forum.

Article ad after last paragraph