HARIANEXPRESS — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat mengalihkan fokus operasinya ke arah percepatan pemulihan pascabencana, Selasa (8/9/2026).
Langkah ini diambil setelah Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, melaporkan perkembangan penanganan empat bencana besar di tanah air secara langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Jakarta.
Dua bencana utama yang menjadi sorotan penting dalam laporan tersebut adalah letusan Gunung Anak Krakatau dan bencana gempa bumi berskala besar di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini berada pada status Level III (Siaga), BNPB mengonfirmasi telah menerjunkan tim pendahuluan untuk melakukan pemantauan intensif di lapangan. Berdasarkan koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dipastikan tidak ada korban jiwa yang timbul akibat letusan tersebut.
Meskipun sebaran abu vulkanik sempat meluas hingga ke tiga wilayah provinsi—yakni Banten, DKI Jakarta, dan Lampung—pemerintah daerah setempat belum menetapkan Status Kedaruratan. Kendati demikian, Suharyanto menegaskan hal itu tidak membatasi pusat untuk menyalurkan bantuan. Untuk mengatasi abu, BNPB menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Hybrid. Skema ini menggabungkan rekayasa hujan buatan saat ada potensi awan, serta penyebaran kabut air untuk mengikat dan meluruhkan partikel abu vulkanik berbahaya di udara.
Sementara itu, untuk bencana gempa bumi M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), BNPB mencatat setidaknya terdapat 13.156 gempa susulan hingga Senin (7/9/2026). Dalam merespons bantuan dampak gempa tersebut, pemerintah telah mendistribusikan logistik hingga mencapai 2.142 ton atau sekitar 98,39 persen dari total target distribusi. Pengiriman bantuan ini menggerakkan armada besar yang melibatkan 115 sortie penerbangan pesawat serta 2 kapal laut.
Guna mengefisiensikan jalur pasokan, Posko Dukungan Logistik Nasional yang berada di Bandara Halim Perdanakusuma kini telah resmi ditutup per 7 September. Seluruh operasional dan alur distribusi bantuan selanjutnya dialihkan secara acak melalui Gudang Logistik BNPB yang berlokasi di Jati Asih, Kota Bekasi.
Suharyanto menambahkan bahwa pihaknya terus mengadakan komunikasi intensif setiap menit dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memastikan seluruh proses tanggap darurat dan percepatan pemulihan berjalan optimal sesuai dengan arahan langsung dari Presiden.


