Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS – Polisi berhasil mengungkap identitas pelaku penjambretan terhadap seorang turis wanita asal India di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Pelaku yang diketahui berinisial NJ alias Nico Januarkaro ternyata merupakan seorang residivis yang memiliki rekam jejak kejahatan serupa.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Sang Ngurah Wiratama, menyatakan bahwa NJ adalah residivis untuk kasus yang sama. Ia mengungkapkan bahwa NJ pernah terlibat dalam aksi pembegalan terhadap seorang anggota TNI, Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko, sekitar 5 tahun lalu.
“Kalau bicara residivis, yang bersangkutan residivis dengan hal yang sama. Kalau rekan-rekan flashback kembali mundur ke 5 tahun yang lalu, ada korban penjambretan terkait anggota TNI di Jalan Sudirman yang menggunakan sepeda, itu pelaku yang bersangkutan juga,” ujar Sang Ngurah di Mapolres Metro Jakarta Pusat.
Penangkapan NJ berawal dari analisis rekaman CCTV. Setelah dilakukan pengenalan wajah (face recognition) menggunakan data identifikasi Polres, pelaku mengarah pada NJ yang memang sudah teridentifikasi sebagai residivis.
Aksi begal sepeda yang melibatkan Nico dan tiga pelaku lainnya terjadi pada 26 Oktober 2020. Keempat pelaku berboncengan motor saat mengikuti Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko.
Nico berhasil ditangkap pada Minggu, 24 Januari 2021, di rumah kontrakannya di Cinere, Jakarta Selatan. Penangkapan ini dilakukan tiga bulan setelah Nico menjadi buronan. Saat proses penangkapan, NJ terpaksa ditembak kakinya karena mencoba melawan petugas.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat saat itu, AKBP Burhanuddin, menjelaskan bahwa Nico berperan sebagai ‘joki’ atau pengendara motor dalam kasus percobaan begal sepeda terhadap Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko.
Kepada polisi, Nico mengaku sengaja menjadikan pesepeda sebagai target operasi mereka. Alasannya, Nico menganggap pesepeda lebih mudah menjadi sasaran karena akan kesulitan mengejar pelaku.
“Yang diintai sasarannya adalah pesepeda. Alasannya, dianggap mudah dan orang yang menggunakan sepeda ini kalau mengejar mengalami kesulitan,” ungkapnya.
Peristiwa percobaan begal sepeda terhadap Kolonel Pangestu terekam kamera CCTV, yang menunjukkan keempat pelaku berboncengan dua motor mengikuti Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko. Saat korban melintas di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Nico dan satu pelaku lainnya mencoba mengambil ponsel korban, namun aksi mereka gagal.
Akibat kejadian tersebut, Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko terjatuh dan harus dilarikan ke rumah sakit. Berbekal rekaman CCTV, polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap para pelaku.


