ENGLISHEN
Home Kriminal Pramono Anung Prihatin, Tujuh Tersangka Bentrokan Matraman

Pramono Anung Prihatin, Tujuh Tersangka Bentrokan Matraman

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sampaikan keprihatinan atas bentrokan di Jalan Tambak Matraman yang menewaskan satu orang. Polda Metro tetapkan tujuh tersangka.

Pramono Anung Prihatin, Tujuh Tersangka Bentrokan Matraman
Share

HARIANEXPRESS, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung prihatin atas bentrokan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026), yang tewaskan satu korban. Senin (27/07/2026).

Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan aparat hukum, tokoh masyarakat, agama, dan pemuda.

Langkah ini bertujuan menjaga situasi ibu kota tetap aman dan kondusif pascabentrokan. Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka insiden tersebut.

Ia juga meminta warga Jakarta untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan provokatif. Gubernur berharap proses penyelidikan dan penyidikan berjalan profesional, transparan, serta sesuai ketentuan hukum.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentunya menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam, sedih, berduka dengan peristiwa yang terjadi di kawasan Matraman,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/7/2026).

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, pihaknya telah menetapkan tujuh tersangka dalam dua perkara berbeda.

Empat tersangka terlibat perusakan gerobak makanan pedagang, sementara tiga lainnya ditetapkan dalam kasus pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Para tersangka perusakan gerobak adalah GNA, AJL, FAM, dan ELL. Sementara itu, tersangka pengeroyokan yang diamankan Ditreskrimum Polda Metro Jaya berinisial SK, AS, dan OR.

Bentrokan bermula pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika dua pengendara sepeda motor menggeber knalpot di depan pedagang nasi uduk di depan Masjid Jami Matraman.

Setelah ditegur, keduanya pergi lalu kembali bersama sekitar lima rekan mereka dan merusak gerobak pedagang serta menganiaya warga.

Aksi ini memicu perlawanan dari warga sekitar, menyebabkan bentrokan meluas ke kawasan Jalan Tambak. Kedua belah pihak saling lempar batu dan benda lainnya, yang mengakibatkan bangunan serta sejumlah kendaraan terbakar.

“Mari kita dukung bersama agar penanganan perkara ini profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

Situasi di Jalan Tambak, Menteng, dilaporkan sudah kembali kondusif pada Senin (27/7/2026), dengan aktivitas UMKM dan masyarakat berjalan normal.

Aparat dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya masih melakukan pengamanan di lokasi.

Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi memihak atau memicu perpecahan, mengingat kedua belah pihak telah sepakat menyerahkan proses hukum kepada kepolisian.

Madrasah di sekitar lokasi sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat insiden ini.

Share
Related Articles
Warga Depok Diteror Tetangga, Pagar Rumah Rusak Akibat Konflik Sejak 2024
Berita DaerahKriminal

Warga Depok Diteror Tetangga, Pagar Rumah Rusak Akibat Konflik Sejak 2024

Konflik berkepanjangan antara tetangga di Pancoran Mas, Depok, memuncak dengan dugaan perusakan...


DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved