HARIANEXPRESS – Dunia maritim nasional kembali berduka setelah sebuah kapal feri penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Laut Jawa. Insiden tersebut terjadi di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran.
Berdasarkan laporan awal, kapal yang membawa ratusan penumpang serta awak kapal itu mengalami kendala teknis dan kehilangan keseimbangan sebelum karam. Tingginya gelombang laut dan angin kencang di lokasi mempercepat tenggelamnya lambung kapal sekaligus menyulitkan proses evakuasi.
Peristiwa nahas ini mengakibatkan enam orang penumpang meninggal dunia. Sementara itu, data resmi mencatat ada 130 orang yang masih berstatus hilang dan menjadi fokus utama tim penyelamat.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memimpin komando tanggap darurat dengan mengerahkan armada kapal penyelamat, perahu karet, serta pantauan udara. Langkah ini dilakukan untuk menyisir radius perairan yang diduga menjadi titik hanyut para korban.
“Fokus dan prioritas tertinggi kami saat ini adalah mengoptimalkan seluruh sumber daya armada dan personel untuk memperluas area penyisiran. Meskipun tantangan di lapangan cukup berat dengan arus bawah laut yang kuat serta gelombang yang tak menentu, kami berkomitmen penuh untuk terus berupaya maksimal demi menemukan 130 korban yang masih dinyatakan hilang,” ujar perwakilan resmi Basarnas.
Insiden ini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan pelayaran. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama instansi terkait dijadwalkan segera melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.








