Friday, 04 September 2026
Hot

KSAD Sampaikan Permohonan Maaf atas Ambruknya Jembatan Garuda di Pangandaran

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta maaf atas insiden ambruknya Jembatan Garuda di Pangandaran karena kelebihan kapasitas. TNI AD akan mengevaluasi sistem jembatan.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf atas insiden rusaknya Jembatan Garuda di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, disebabkan oleh kelebihan kapasitas, Jumat (4/9/2026).

Peristiwa ini berlangsung sesaat setelah prosesi peresmian, ketika Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama puluhan warga tengah berada di atas bentangan jembatan.

Jenderal Maruli Simanjuntak, yang ditunjuk Presiden sebagai Kepala Satgas jembatan, secara langsung menyatakan penyesalan mendalam. Ia menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Article ad in the middle of article

“Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujar Maruli dalam siaran pers di Jakarta.

Menurut Maruli, kerusakan jembatan yang dibangun TNI AD itu diakibatkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kelebihan kapasitas, karena jembatan tersebut tidak didesain untuk menampung 50 orang sekaligus. Faktor ini menyebabkan tali sling pada salah satu sisi jembatan terputus, yang kemudian membuat jembatan jatuh.

Evaluasi Menyeluruh Demi Keamanan Pengguna

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menambahkan bahwa TNI AD tidak berniat menyalahkan warga atas insiden tersebut. Kejadian ini justru menjadi pelajaran penting bagi pihaknya.

“Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut hasil investigasi, Donny memastikan akan ada evaluasi sistem jembatan untuk proyek pembangunan ke depan. Evaluasi ini juga akan mencakup penguatan tali jembatan dan sistem keamanan demi kenyamanan warga pengguna.

“Akan ada peningkatan kekuatan sling sekitar 20 hingga 30 persen. Namun demikian, seluruh sistem jembatan tetap harus digunakan sesuai kapasitas dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ucapnya.

Article ad after last paragraph