HARIANEXPRESS – Pecinta tanaman hias mencari cara membuat lidah mertua cepat bertunas dan tumbuh subur dengan perawatan tepat.
Tanaman lidah mertua (Dracaena trifasciata, sebelumnya Sansevieria) berkembang biak melalui rimpang di dalam tanah. Dari rimpang inilah tunas baru atau anakan akan muncul di sekitar tanaman induk.
The Spruce menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman ini relatif lambat. Namun, kondisi optimal seperti pencahayaan, media tanam, dan penyiraman yang tepat dapat mempercepat pertumbuhannya secara signifikan.
Kebutuhan Esensial untuk Pertumbuhan Optimal
Penempatan lidah mertua di lokasi dengan cahaya terang tidak langsung adalah kunci utama. Hindari menempatkan tanaman di sudut ruangan yang terlalu gelap atau di bawah paparan sinar matahari siang yang terik.
Cahaya yang optimal mendukung proses fotosintesis, yang kemudian mengalirkan energi untuk pembentukan anakan baru. Informasi ini ditegaskan oleh The Spruce dan Joy Us Garden.
Media tanam juga memiliki dampak besar pada kesehatan akar serta rimpang tanaman. Lidah mertua menyukai media yang gembur, berpasir, dan memiliki drainase sangat baik.
The Spruce menyarankan penggunaan media khusus kaktus atau sukulen karena tidak mudah menahan air terlalu lama. Anda juga bisa membuat campuran sendiri dari tanah pot berkualitas, pasir kasar, sekam bakar, dan perlite atau batu apung.
Penyiraman harus dilakukan secara hati-hati, hanya ketika seluruh media tanam sudah benar-benar kering. Tanaman lidah mertua termasuk sukulen yang menyimpan cadangan air di daunnya, sehingga penyiraman berlebihan menjadi penyebab utama akar membusuk.
The Spruce merekomendasikan agar air mengalir keluar melalui lubang drainase pot setelah penyiraman. Frekuensi penyiraman perlu dikurangi saat musim hujan atau cuaca dingin karena penguapan berlangsung lebih lambat.
Faktor Pendukung dan Perawatan Lanjutan
Pemberian pupuk seimbang seperti NPK 10-10-10 dengan dosis setengah dari anjuran kemasan diperlukan pada musim pertumbuhan. Pemupukan yang terlalu sering justru bisa menyebabkan penumpukan garam mineral dan merusak akar.
Pupuk organik seperti kompos matang atau kascing juga dapat digunakan sebagai sumber nutrisi tambahan. Ini membantu tanaman menghasilkan daun baru dan memperbanyak anakan secara sehat.
Pilih pot yang lebih lebar dan tidak terlalu dalam, sebab lidah mertua berkembang melalui rimpang yang menyebar ke samping. Tanaman ini diketahui senang berada dalam kondisi sedikit sesak atau slightly root bound.
Joy Us Garden menjelaskan, saat rimpang memenuhi ruang pot, tanaman akan terdorong untuk menghasilkan anakan baru. Pot berbahan tanah liat atau terakota dengan lubang drainase sangat dianjurkan.
Jika tanaman sudah memiliki banyak anakan, sebagian dapat dipisahkan untuk memberikan ruang bagi rimpang lainnya. Proses pemisahan anakan ini juga dapat merangsang induk tanaman membentuk tunas berikutnya.
Menurut The Spruce, pemisahan dilakukan dengan mengeluarkan tanaman dari pot, membersihkan sebagian media pada akar, lalu memotong rimpang menggunakan pisau steril.
Pemangkasan daun yang menguning, busuk, atau rusak juga penting untuk memfokuskan energi tanaman pada pembentukan tunas dan daun baru. Selain itu, hindari memindahkan pot terlalu sering karena tanaman membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Suhu hangat sekitar 21–32 derajat Celsius merupakan kondisi ideal bagi lidah mertua. Suhu yang terlalu dingin dapat memperlambat metabolisme tanaman sehingga pembentukan tunas menjadi lebih lambat.
Kesabaran dan Kesalahan yang Harus Dihindari
Meskipun seluruh perawatan sudah dilakukan dengan benar, lidah mertua tetap bukan tanaman yang tumbuh sangat cepat. The Spruce menjelaskan bahwa tanaman ini termasuk slow grower.
Tunas baru biasanya mulai muncul dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung varietas, usia tanaman, intensitas cahaya, dan kondisi akar. Konsistensi perawatan jauh lebih krusial dibandingkan perlakuan ekstrem.
Beberapa kebiasaan yang justru menghambat munculnya tunas baru meliputi menyiram terlalu sering, menggunakan media tanam yang terlalu padat, menempatkan tanaman di area minim cahaya, memberikan pupuk secara berlebihan, menggunakan pot tanpa lubang drainase, atau membiarkan tanaman terserang hama.








