HARIAN EXPRESS – Pemerintah Kota Serang mengonfirmasi kesiapan dana insentif berupa bonus ratusan juta rupiah untuk mengapresiasi prestasi para kafilah yang bertanding di ajang Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Provinsi Banten, Jum’at (15/5/2026).
Alokasi anggaran ini bertujuan memotivasi kafilah lokal agar mampu bersaing secara maksimal guna merebut gelar juara umum dalam kompetisi keagamaan tingkat regional tersebut.
Pernyataan resmi mengenai dukungan dana apresiasi senilai Rp300 juta tersebut disampaikan menjelang persiapan keberangkatan delegasi daerah. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Serang memastikan struktur pembiayaan bonus telah dikunci ke dalam draf penganggaran pemerintah, di mana penyerapan serta penyalurannya secara teknis akan direalisasikan melalui mekanisme APBD Perubahan yang dijadwalkan rampung pada bulan Agustus.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Serang bersama jajaran eksekutif juga menyepakati kebijakan ketat mengenai keaslian asal peserta perlombaan tahun ini. Pihak otoritas daerah secara tegas melarang penggunaan peserta cabutan atau mutasi dari luar wilayah demi mengejar trofi secara instan, melainkan berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan potensi serta kompetensi qori dan qoriah yang merupakan putra-putri asli daerah hasil binaan jangka panjang.
“Yang juara harus mendapat apresiasi. Mekanisme pemberiannya nanti disesuaikan berdasarkan capaian peserta. Saya maunya apa pun juara yang kita dapat, harus dari warga Kota Serang asli. Penggunaan anggaran APBD pun tidak akan sia-sia jika kita berikan untuk membina warga sendiri,” ujar Budi Rustandi.
Keputusan mengandalkan kafilah lokal ini diharapkan mampu menjaga integritas pembinaan sekaligus memberikan rasa bangga yang lebih mendalam bagi masyarakat. Di samping itu, penyusunan strategi perlombaan terus dimatangkan pada 10 cabang lomba yang dipertandingkan, termasuk pengerahan dewan juri pendamping guna memastikan objektivitas proses penilaian performa kafilah di lapangan selama masa kejuaraan berlangsung.
Masyarakat umum diajak untuk terus mengikuti informasi perkembangan terkini mengenai kesiapan dan perjuangan para delegasi daerah dalam kompetisi keagamaan ini. Dukungan publik diharapkan tetap mengalir secara berimbang guna menjaga moral bertanding para peserta tanpa memberikan tekanan berlebih, sehingga proses evaluasi kemampuan kafilah dapat berjalan secara adil dan objektif.