Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, JAWA BARAT – Ciayumajakuning diproyeksikan menjadi Teras Jawa Barat, sekaligus motor baru pertumbuhan ekonomi di wilayah timur provinsi, Senin (20/07/2026).
Gagasan Ciayumajakuning sebagai Teras Jawa Barat mengemuka, bertujuan dorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, mengubah fokus pembangunan. Kawasan ini meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, JAWA BARAT – Ciayumajakuning diproyeksikan menjadi Teras Jawa Barat, sekaligus motor baru pertumbuhan ekonomi di wilayah timur provinsi, Senin (20/07/2026).
Kawasan Ciayumaja kuning yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru setelah Bandung Raya. Wilayah ini dinilai memiliki potensi besar melalui sinergi sektor industri, pertanian, perikanan, perdagangan, hingga pariwisata.
Konsep Teras Jawa Barat hadir untuk menggeser orientasi pembangunan yang selama ini lebih terkonsentrasi di Bandung Raya dan kawasan penyangga Jakarta. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan diharapkan menjadi lebih seimbang antarwilayah.
Pegiat budaya, seni, dan film Embi C. Noer menjelaskan bahwa istilah “teras” diambil dari filosofi rumah tradisional Sunda. Teras merupakan ruang yang menjadi tempat bertemunya masyarakat, membangun kepercayaan, sekaligus memperkenalkan identitas.
Menurutnya, gagasan tersebut bukan sekadar simbol pembangunan, melainkan cara pandang baru yang menempatkan Ciayumajakuning sebagai ruang kolaborasi ekonomi, sosial, dan budaya di Jawa Barat.
Transformasi kawasan ini mulai terlihat melalui pengembangan Rebana Metropolitan yang mencakup sejumlah wilayah di pesisir utara Jawa Barat. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing daerah.
Dari sisi ekonomi, Ciayumajakuning memiliki fondasi yang kuat. Konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), didukung pertumbuhan investasi dan sektor industri pengolahan yang terus berkembang.
Selain menjadi kawasan industri, Ciayumajakuning juga dipersiapkan sebagai destinasi wisata unggulan. Berbagai objek wisata alam di Majalengka, Kuningan, hingga Cirebon dinilai mampu menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan wisatawan di kawasan Puncak dan Bandung Raya.
“Ciayumajakuning bukan hanya calon pusat ekonomi baru, tetapi juga ruang perjumpaan budaya yang dapat menjadi wajah masa depan Jawa Barat,” Ujar Embi C. Noer.
Dengan posisi geografis yang strategis serta didukung sumber daya alam yang melimpah, Ciayumajakuning dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi pusat ekonomi baru. Sinergi antarwilayah diharapkan mampu menjadikan kawasan ini sebagai motor pertumbuhan sekaligus pintu gerbang pembangunan Jawa Barat bagian timur.
Tiga anggota Polda Jabar yang mengintimidasi satpam Bundaran HI kini menjalani sidang...
Pengacara Hotman Paris Hutapea menghadapi gelombang kecaman usai membela mantan Jampidsus Febrie...
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memperkuat sinergi antara Sekolah Manusia Unggul...
Purwakarta raih prestasi membanggakan di PENTAS PAI SD Jawa Barat 2026, menduduki...