Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, JABAR – Dana hibah KONI Jawa Barat belum cair hingga Juli 2026, mengancam persiapan Porprov Jabar yang digelar November mendatang, Senin (6/7/2026).
Kondisi ini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengurus cabang olahraga.
Program pembinaan dan persiapan atlet menghadapi ajang multicabang terbesar di Jawa Barat tersebut berpotensi terhambat.
Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jawa Barat, Arnold Silalahi, mengungkapkan keprihatinannya.
Keterlambatan pencairan dana hibah ini menjadi penopang utama berbagai program olahraga prestasi.
“Saya sangat miris dan sedih dengan kondisi anggaran KONI Jawa Barat tahun 2026. Sampai sekarang, ketika kita sudah memasuki pertengahan Juli, dana hibah masih juga belum dicairkan,” Ujar Arnold Silalahi.
Arnold berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), segera mengambil langkah konkret.
Pencairan dana hibah dinilai mendesak mengingat waktu pelaksanaan Porprov semakin dekat.
PJSI Jawa Barat sendiri sepanjang tahun 2026 telah menjalankan sejumlah agenda penting.
Termasuk partisipasi dalam Kejuaraan Nasional untuk mengumpulkan poin menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Seluruh kegiatan tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang memadai agar target prestasi dapat tercapai optimal.
Keterlambatan pencairan dana hibah ini tidak hanya dirasakan oleh cabang judo, tetapi juga berpotensi mengganggu program seluruh pengurus provinsi di bawah naungan KONI Jawa Barat.
Akibatnya, sejumlah agenda pembinaan, pelatihan, hingga persiapan kompetisi terancam tidak berjalan optimal.
Keberhasilan Porprov juga bergantung pada dukungan pemerintah terhadap sistem pembinaan olahraga.
Sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh cabang olahraga menjadi faktor penting untuk menjaga prestasi olahraga Jawa Barat tetap kompetitif di tingkat nasional.



