Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, JABAR – PLN UP2B Jawa Barat siaga operasional 24 jam selama libur sekolah untuk menjaga keandalan pasokan listrik di kawasan wisata, pusat belanja, hotel, dan permukiman,(06/07/2026).
Peningkatan kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan listrik. Terutama di sejumlah wilayah yang diprediksi mengalami lonjakan konsumsi energi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.
Kawasan seperti fasilitas publik, hotel, pusat perbelanjaan, hingga permukiman di Jawa Barat menjadi fokus utama. Operasi sistem listrik dilakukan selama 24 jam setiap hari guna memastikan pasokan tetap aman dan stabil.
Di balik operasional tersebut, personel dispatcher bertanggung jawab memantau sistem secara real time. Mereka juga mengambil keputusan cepat jika ada perubahan kondisi atau potensi gangguan pada jaringan kelistrikan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik di seluruh Jawa Barat. Hal ini sangat penting, khususnya selama periode liburan saat pola konsumsi masyarakat berubah.
General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Munawwar Furqan, menyatakan keandalan sistem kelistrikan merupakan hasil kerja sama seluruh insan PLN.
Ia menekankan peran dispatcher sebagai garda terdepan dalam pengoperasian sistem.
“Tugas dispatcher tidak sekadar memantau layar komputer. Setiap keputusan yang diambil harus didasarkan pada analisis teknis yang akurat, koordinasi yang intensif, serta kolaborasi antarunit agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini dan proses pemulihan sistem dapat dilakukan dengan cepat apabila diperlukan,” Ujar Munawwar Furqan.
Manager PLN UP2B Jabar, Santo Kardono, menambahkan masa libur sekolah memerlukan kewaspadaan lebih tinggi. Hal ini karena adanya dinamika penggunaan listrik di berbagai lokasi.
Ia menjelaskan bahwa teknologi sangat membantu pemantauan sistem secara menyeluruh. Namun, keputusan strategis tetap berada di tangan insan PLN yang memiliki kompetensi dan pengalaman.
“Teknologi membantu kami memantau sistem secara menyeluruh, namun keputusan strategis tetap berada di tangan insan PLN yang memiliki kompetensi dan pengalaman. Perpaduan antara teknologi, sistem operasi yang terintegrasi, serta profesionalisme para dispatcher menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik,” kata Santo Kardono.
Kesiapsiagaan personel ini didukung penuh oleh teknologi digital dan koordinasi operasional terintegrasi antarsatuan kerja. Sistem pemantauan ini memastikan potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal.
Dengan begitu, proses pemulihan dapat dilakukan secara cepat jika diperlukan. Keandalan sistem kelistrikan ini dinilai vital untuk mendukung beragam aktivitas masyarakat selama masa libur sekolah.
Meliputi kegiatan di sektor pariwisata, perdagangan, maupun layanan publik. Dengan upaya ini, PLN berharap masyarakat dapat menjalani berbagai aktivitas liburan dengan nyaman.
