HARIAN EXPRESS – Masyarakat internasional secara serentak memperingati Hari Lupus Sedunia setiap tanggal 10 Mei untuk menunjukkan solidaritas kesehatan antarbangsa.
Organisasi kesehatan menjadikan momentum tahunan ini sebagai wadah utama guna meningkatkan kesadaran global, menghimpun dana untuk keperluan penelitian, dan memajukan kualitas perawatan bagi pengidap penyakit tersebut. Warga dunia menggunakan peringatan ini sebagai langkah konkret agar penderita tidak merasa berjuang sendirian melawan kondisi medis kronis ini.
Sejarah panjang kesehatan mencatat bahwa Lupus Foundation of America pertama kali meresmikan peringatan tahunan ini pada tahun 2004 yang lalu. Organisasi tersebut mengesahkan hari peringatan ini bertepatan dengan momen Kongres Internasional ke-7 yang membahas lupus dan berbagai penyakit terkait. Para delegasi menyelenggarakan pertemuan bersejarah itu di kota New York, Amerika Serikat, serta membawa misi untuk menyatukan beragam kelompok peduli kesehatan dari seluruh benua. Mereka menjadikan penyatuan ini sebagai kampanye nyata yang terus menarik perhatian publik luas perihal dampak serius lupus terhadap umat manusia.
Memasuki tahun 2026, World Lupus Federation secara resmi meluncurkan kampanye masif dengan membawa tema khusus yaitu “Make Lupus Visible“. Organisasi internasional ini menggunakan tema tersebut untuk menyoroti deretan gejala penyakit yang seringkali luput dari pandangan mata orang awam. Mereka memfokuskan perhatian pada gejala tersembunyi yang mencakup kondisi kelelahan ekstrem hingga masalah nyeri sendi akut pada tubuh penderita. Para ahli kesehatan meyakini bahwa pengenalan gejala yang tidak kasat mata ini bisa membantu paramedis menekan angka keterlambatan diagnosis di tingkat layanan klinis.
“Kampanye tahun ini menyoroti gejala penyakit yang seringkali tidak terlihat, seperti kelelahan ekstrem dan nyeri sendi untuk mengurangi keterlambatan diagnosis dan memastikan tidak ada seorang pun yang menghadapi penyakit ini dalam diam.”
Kalangan medis mendeskripsikan lupus sebagai salah satu penyakit autoimun kronis yang amat membahayakan. Penyakit ini memicu sistem kekebalan tubuh pasien untuk melakukan kekeliruan fatal dengan menyerang sel, jaringan, dan organ sehat di dalam tubuhnya sendiri. Serangan dari sistem pertahanan tubuh yang melenceng inilah yang pada akhirnya memicu peradangan parah pada sejumlah bagian tubuh pasien.
Banyak orang di bidang kesehatan memberikan julukan khusus terhadap kondisi ini sebagai penyakit seribu wajah. Tenaga medis menyematkan julukan unik tersebut lantaran kemunculan gejalanya sangat bervariasi pada masing-masing individu, bahkan sering meniru tanda-tanda klinis dari gangguan kesehatan lain. Tim dokter yang menangani kasus ini sering menemukan fakta bahwa lupus mampu menyerang serta merusak berbagai organ krusial yang meliputi bagian kulit, sistem persendian, ginjal, hingga merambat ke area otak manusia.
Kami mengajak para pembaca untuk terus mengikuti pembaruan informasi kesehatan terkini guna memperluas wawasan mengenai berbagai pencegahan dan penanganan medis di masa kini.


