Saturday, 05 September 2026
Hot

Ukraina Mengutuk Serangan Drone Rusia di Markas SBU Kyiv, 12 Orang Terluka

Serangan drone Rusia menghantam markas SBU di Kyiv pada 4 Sep 2026, melukai 12 orang. Ukraina mengecam sebagai eskalasi besar dan bersumpah akan membalas.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS – Markas besar Dinas Keamanan Ukraina (SBU) di pusat kota Kyiv menjadi sasaran serangan drone Rusia. Insiden ini melukai sedikitnya 12 orang, dua di antaranya dalam kondisi serius, Jumat (4/9/2026).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan tersebut sebagai “major escalation” dan menginstruksikan respons yang sesuai. Serangan terjadi sekitar pukul 09.17 EDT, dengan drone Rusia menghantam gedung utama SBU di Jalan Volodymyrska, Kyiv.

Kronologi dan Target Serangan

Presiden Volodymyr Zelenskyy melaporkan bahwa drone Rusia menghantam markas SBU di Kyiv. Dalam sebuah unggahan di X, ia menyatakan telah berbicara dengan Kepala Dinas Keamanan Ukraina, Oleksandr Poklad.

Menurut Zelenskyy, drone tersebut menargetkan langsung kantor Kepala Dinas Keamanan di gedung tersebut. Semua layanan darurat segera tiba di lokasi untuk memberikan bantuan yang diperlukan bagi para korban.

Article ad in the middle of article

Reaksi dan Rencana Balasan Ukraina

Setelah serangan, Presiden Zelenskyy memerintahkan Oleksandr Poklad untuk memberikan respons yang tepat dan nyata kepada Rusia. Respon tersebut, jika memungkinkan, diharapkan “mirrors this strike”.

Zelenskyy mengonfirmasi bahwa militer Ukraina akan mendukung balasan tersebut. Ia menambahkan bahwa “the geography of our response has been determined.”

“The timing will be chosen to ensure results. Glory to Ukraine!” kata Zelenskyy.

“Saya berbicara dengan Kepala Dinas Keamanan Ukraina, Oleksandr Poklad. Sayangnya, sebuah drone Rusia menghantam gedung pusat Dinas Keamanan Ukraina di Jalan Volodymyrska di Kyiv, di seberang Katedral St. Sophia.”

“Semua layanan darurat ada di lokasi. Semua yang terkena dampak akan menerima bantuan yang diperlukan. Drone itu diarahkan langsung ke kantor Kepala Dinas Keamanan di gedung itu.”

“Saya menginstruksikan Poklad untuk memberikan tanggapan yang tepat, nyata dan, jika memungkinkan, yang mencerminkan serangan ini, kepada Rusia setelah semuanya siap. Militer kami akan mendukung tanggapan ini. Jaya Ukraina!”

Dampak dan Jumlah Korban Luka

Wali Kota Kyiv Vitaly Klitschko pada awalnya melaporkan lima orang terluka dalam serangan itu. Jumlah korban luka kemudian meningkat menjadi tujuh, lalu sembilan orang.

Pada akhirnya, Klitschko mengonfirmasi bahwa 12 orang terluka, dengan dua di antaranya dalam kondisi serius. Sembilan orang memerlukan rawat inap di rumah sakit.

Kecaman Internasional terhadap Serangan

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, memperingatkan bahwa serangan Rusia merupakan “a major escalation that demands absolute responses.” Ia menyoroti serangan ini terjadi saat dorongan baru untuk perdamaian.

Sybiha juga mengungkapkan keprihatinan bahwa situs warisan dunia Unesco, Katedral St. Sophia, yang terletak di dekatnya, juga terancam. Ia mendesak mitra internasional untuk mengutuk tindakan Rusia dan meningkatkan tekanan pada rezim Putin.

“Moscow launched this strike during a renewed push for peace – laying bare its true rejection of diplomacy. Located nearby, the Unesco world heritage site – St. Sophia Cathedral – was also placed at risk. We call on international partners to unequivocally condemn these actions and step up pressure on the Putin regime. We also urge Unesco to react decisively and increase its efforts to protect endangered heritage in Ukraine.”

Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, juga mengutuk serangan tersebut sebagai “an unacceptable escalation”. Serangan ini, menurutnya, berisiko membahayakan “civilians, heritage and peace.”

Albares mengungkapkan bahwa serangan itu terjadi saat Duta Besar Spanyol untuk Kyiv, Adela Díaz Bernárdez, sedang menyerahkan surat kepercayaannya kepada Presiden Zelenskyy. Ia menyatakan dukungan penuhnya kepada Duta Besar dan tim Kedutaan Besar Spanyol di Kyiv.

“It happened during the presentation of credentials of the Spanish ambassador to [president Zelenskyy],” ujar José Manuel Albares dalam unggahan di X. “All my support to the ambassador and to the team of [the Spanish embassy in Kyiv] who are doing great work under very difficult conditions. Diplomacy and the rule of law are stronger than aggression.”

Article ad after last paragraph