Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, PAMULANG – Komunitas UMKM KSP CUBG dan SABUK kini memfokuskan arah gerakannya ke ranah digital melalui bedah strategi jitu yang digelar bersama KOMDIGI, Minggu (10/5/2026).
Langkah strategis ini bertujuan agar para pelaku usaha mikro kecil dan menengah di lingkungan paroki dapat naik kelas melalui pemanfaatan teknologi informasi secara optimal. Kolaborasi antara Sentra Bimbingan Usaha Kecil (SABUK) dan Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Bina Galang (KSP CUBG) menjadi motor penggerak transformasi ini.

“Pemanfaatan platform digital menjadi keharusan bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ujar Siska Pukan(Koordinator SABUK Gereja Katolik Santo Barnabas) di Pamulang, Tangerang Selatan.
Melalui pendampingan yang intensif, para pelaku usaha kini mulai beralih dari metode pemasaran konvensional menuju ekosistem e-commerce dan media sosial. Transformasi ini mencakup pembuatan konten kreatif hingga pengelolaan manajemen toko daring yang lebih profesional dan terstruktur.

SABUK berperan memberikan bimbingan teknis mengenai standar kualitas produk dan strategi pemasaran yang relevan dengan tren pasar saat ini. Sementara itu, KSP CUBG memberikan dukungan dari sisi literasi keuangan dan penyediaan permodalan bagi para anggotanya.
Kehadiran ekosistem digital ini terbukti membantu para pengusaha kecil di Pamulang untuk tetap bertahan dan bahkan berkembang di tengah ketatnya persaingan ekonomi global. Para pelaku usaha diajak untuk tidak hanya sekadar berjualan, tetapi juga membangun identitas merek yang kuat di dunia maya.

Sinergi yang terjalin antarlembaga di lingkungan Gereja Santo Barnabas ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi umat. Inovasi berkelanjutan menjadi fokus utama agar setiap produk UMKM Pamulang memiliki nilai jual tinggi di tingkat nasional.


