ENGLISHEN
Home News Wasekjen MUI: DPR Harus Terbuka, Bukan Dipagari Tinggi dan Digembok

Wasekjen MUI: DPR Harus Terbuka, Bukan Dipagari Tinggi dan Digembok

Wasekjen MUI: DPR Harus Terbuka, Bukan Dipagari Tinggi dan Digembok
Share

Muksin

Tim Redaksi

Wasekjen MUI DPR Harus Terbuka, Bukan Dipagari Tinggi dan Digembok.webp
HARIANEXPRESS.com/KONSTANTIN

JAKARTA, HARIANEXPRESS.com – Aksi demonstrasi yang berujung ricuh hingga menimbulkan korban jiwa pada akhir Agustus lalu masih menyisakan keprihatinan. Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhsan Abdullah, meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi.

Ikhsan menyoroti sikap DPR yang menutup rapat akses ke gedung parlemen saat aksi mahasiswa, buruh dan masyarakat. Menurutnya, sebagai “rumah rakyat”, DPR semestinya bersifat terbuka, bukan justru dibentengi pagar tinggi dan digembok.

“Rumah wakil rakyat dibangun oleh rakyat, digaji oleh rakyat. Mengapa pintunya digembok dan dipagari tinggi? Hal itu tidak semestinya terjadi. Di sejumlah negara lain, pagar gedung parlemen rendah bahkan terbuka untuk rakyat,” ujar Ikhsan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, belum lama ini.

Ikhsan menilai sikap tertutup DPR berpotensi memicu kekecewaan publik. Mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi justru terhalang, sehingga aksi meluas dan rentan disusupi pihak yang bermaksud menciptakan kerusuhan.

“Apabila pintu DPR dibuka, mahasiswa akan menyampaikan aspirasi dengan tertib. Jangan salahkan publik apabila muncul rasa kecewa, sebab justru wakil rakyat yang menutup diri,” tegas Katib Syuriyah PBNU ini.

Ikhsan juga mengusulkan agar pagar DPR dipangkas dan gerbang dibuka untuk mempermudah akses rakyat. Menurutnya, aparat kepolisian tetap bisa mengawal jalannya aksi tanpa harus membatasi akses ke gedung parlemen.

“Kalau perlu, pagarnya diperendah dan tidak ditutup rapat-rapat. Polisi dapat mengawal jalannya aksi. Demonstrasi itu sah dan dijamin oleh undang-undang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ikhsan menekankan pentingnya DPR untuk kembali pada fungsi utamanya sebagai penyalur aspirasi rakyat. Ia mengingatkan agar lembaga legislatif tidak kehilangan kepercayaan publik dengan menutup diri dari rakyat.

“Jangan sampai rakyat merasa tidak memiliki rumah di gedung parlemen yang dibangun dari uang mereka sendiri,” pungkasnya.

Share
Related Articles
TNI Menjaga Nadi Danau Tondano, Melawan Eceng Gondok demi Kehidupan Warga
HankamNewsTNI POLRI

TNI Menjaga Nadi Danau Tondano, Melawan Eceng Gondok demi Kehidupan Warga

TNI AD memimpin aksi bersama untuk menyelamatkan Danau Tondano dari eceng gondok,...

Gubernur Dedi Mulyadi Minta Kajian Matang SPP SMA/SMK Jabar
NewsPendidikan

Gubernur Dedi Mulyadi Minta Kajian Matang SPP SMA/SMK Jabar

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta kajian mendalam terkait wacana pengaktifan kembali SPP...

Febrie Adriansyah Dicekal Imigrasi usai Jadi Tersangka Korupsi
HeadlineHukum & KriminalNews

Febrie Adriansyah Dicekal Imigrasi usai Jadi Tersangka Korupsi

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto resmi dicekal Imigrasi 20 hari,...

Pidato Prabowo di Harkopnas: Kritik Paham Neoliberal dan Pesan Optimisme Bangsa
HeadlineNasionalNews

Pidato Prabowo di Harkopnas: Kritik Paham Neoliberal dan Pesan Optimisme Bangsa

Presiden Prabowo Subianto kritik tajam sistem ekonomi neoliberal dan serukan penguatan koperasi...


DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved