Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, JAWA BARAT – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mempercepat pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A yang telah mencapai progres 84 persen hingga akhir Juni 2026, Sabtu (18/7/2026).
HKI, sebagai bagian dari KSO WIKA-PP-KMK-HKI, terus melakukan percepatan pembangunan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A. Upaya ini dilakukan guna memastikan pengerjaan proyek berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam penyelesaian jalur tol tersebut.
Hingga akhir Juni 2026, progres pengerjaan di lapangan telah mencapai angka 84%. Pekerjaan utama yang menjadi fokus meliputi perkerasan jalan beton atau rigid pavement pada area mainroad Zona 3 dan Zona 4.
Selain perkerasan jalan, HKI juga mempersiapkan pekerjaan struktur, termasuk pemasangan girder. Pemasangan ini cukup menantang karena berada di area yang bersinggungan langsung dengan Cimanggis-Cibitung Tollways (CCT) yang sudah beroperasi.
Dari total 24 bentang girder, masih terdapat empat bentang yang akan dikerjakan pada Ramp 3, Ramp 5, dan Ramp 1. Titik tertinggi pemasangan girder berada di Ramp 1, mencapai sekitar 28 meter.
Sekretaris Perusahaan HKI, Resnu Aditya Wuladarman, mengatakan pihaknya saat ini tengah mengerjakan sejumlah pekerjaan utama pada Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A. Salah satu fokus pekerjaan adalah pembangunan perkerasan jalan beton (rigid pavement) di jalur utama Zona 3 dan Zona 4.
“Fokus kami saat ini adalah mempercepat pekerjaan rigid pavement di mainroad Zona 3 dan Zona 4 agar proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A dapat berjalan sesuai target,” Ujar Resnu Aditya Wuladarman.
Proyek jalan tol ini ditargetkan rampung pada tahun 2027. Ruas sepanjang 62 km ini akan menghubungkan Sadang, Purwakarta, dengan Jatiasih, Bekasi, menjadi alternatif penting.
Keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan secara signifikan mengurangi beban lalu lintas pada koridor utama Jakarta-Cikampek. Jalur ini selama ini dikenal sebagai salah satu jalur strategis nasional yang kerap mengalami kepadatan, seperti yang terjadi saat arus mudik Lebaran 2026 di KM 19A Bekasi pada 19 Maret 2026.
Seluruh pekerjaan ini memerlukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini karena dilaksanakan di area berisiko tinggi dan berada di sekitar lalu lintas aktif.