ENGLISHEN
Home News Reformasi Polri Butuh Sinergi Akademisi dan Rakyat

Reformasi Polri Butuh Sinergi Akademisi dan Rakyat

Reformasi Polri Butuh Sinergi Akademisi dan Rakyat
Share

Rosdiana Malik

Tim Redaksi

Muchamad Zaenuri
Muchamad Zaenuri, Pakar kebijakan dan tata kelola pemerintahan kolaboratif Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)/ANTARA

YOGYAKARTA, HARIANEXPRESS.com – Pakar kebijakan dan tata kelola pemerintahan kolaboratif Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muchamad Zaenuri, menilai reformasi kepolisian tidak bisa berjalan efektif tanpa melibatkan akademisi dan masyarakat sipil. Menurutnya, partisipasi publik akan menjadikan hasil reformasi lebih komprehensif dan berkelanjutan.

“Tentu saja peran stakeholder dari akademisi maupun masyarakat sipil harus saling menguatkan. Sebanyak apa pun reformasi dilakukan, jika rakyatnya tidak sadar, hasilnya akan sama saja,” ujar Zaenuri dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu.

Ia menyoroti kesalahan berulang dalam penanganan unjuk rasa sebagai indikator perlunya pembenahan serius di tubuh institusi kepolisian. “Insiden yang terjadi kemarin bisa menjadi pemicu, terutama dengan tragedi meninggalnya Afan sebagai puncaknya. Padahal kondisi sebenarnya sudah menunjukkan kerawanan dan risiko tinggi sebelumnya,” ucapnya.

Zaenuri menegaskan bahwa reformasi Polri harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup pembenahan regulasi, perbaikan tata kelola, hingga perubahan paradigma. “Pertama, pemerintah perlu membenahi regulasi sebagai dasar hukum. Kedua, memperbaiki struktur dan manajemen sumber daya manusia demi menciptakan tata kelola yang baik. Ketiga, mengubah mindset penegakan hukum menjadi polisi pelindung masyarakat,” katanya.

Pakar UMY itu juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam menangani aksi massa. “Polisi seharusnya lebih canggih dalam menangani pergerakan massa. Teknik persuasif harus diutamakan. Aparat perlu tampil lebih dingin dan sabar menghadapi demonstran,” katanya.

Zaenuri menambahkan, UMY siap berkontribusi dalam reformasi Polri melalui kajian akademis, forum diskusi, maupun kolaborasi nyata dengan berbagai pihak. “Bahkan lebih konkret lagi, bisa melalui penyadaran masyarakat hingga memberi masukan regulasi terkait cara penegakan hukum yang efektif,” ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto tengah mempersiapkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pembentukan Komisi Reformasi Polri. Komisi tersebut akan merumuskan berbagai gagasan perubahan yang harus dilakukan terhadap tubuh Polri untuk kemudian diserahkan kepada Presiden.

Share
Related Articles
TNI Menjaga Nadi Danau Tondano, Melawan Eceng Gondok demi Kehidupan Warga
HankamNewsTNI POLRI

TNI Menjaga Nadi Danau Tondano, Melawan Eceng Gondok demi Kehidupan Warga

TNI AD memimpin aksi bersama untuk menyelamatkan Danau Tondano dari eceng gondok,...

Gubernur Dedi Mulyadi Minta Kajian Matang SPP SMA/SMK Jabar
NewsPendidikan

Gubernur Dedi Mulyadi Minta Kajian Matang SPP SMA/SMK Jabar

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta kajian mendalam terkait wacana pengaktifan kembali SPP...

Febrie Adriansyah Dicekal Imigrasi usai Jadi Tersangka Korupsi
HeadlineHukum & KriminalNews

Febrie Adriansyah Dicekal Imigrasi usai Jadi Tersangka Korupsi

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto resmi dicekal Imigrasi 20 hari,...

Pidato Prabowo di Harkopnas: Kritik Paham Neoliberal dan Pesan Optimisme Bangsa
HeadlineNasionalNews

Pidato Prabowo di Harkopnas: Kritik Paham Neoliberal dan Pesan Optimisme Bangsa

Presiden Prabowo Subianto kritik tajam sistem ekonomi neoliberal dan serukan penguatan koperasi...


DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved