HARIANEXPRESS – Menjaga keamanan dan ketertiban di suatu wilayah adalah tugas yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Di Indonesia, ada berbagai pihak yang terlibat aktif dalam upaya ini, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bekerja sama erat. Namun, bukan hanya dua institusi negara ini saja yang berperan.
Organisasi masyarakat, seperti perguruan pencak silat, juga turut menunjukkan kekompakan dan sinergi yang luar biasa. Kolaborasi antara TNI-Polri dengan organisasi pencak silat menjadi cerminan nyata dari semangat gotong royong dalam menjaga kondusivitas keamanan. Mari kita simak beberapa momen kekompakan yang menunjukkan soliditas mereka.
Sinergi TNI-Polri sebagai Pilar Utama Keamanan
Kemanunggalan TNI dengan Rakyat dan Sinergi dengan Polri
TNI memiliki sejarah panjang dalam mengawal negeri, mulai dari mempertahankan kemerdekaan hingga era reformasi saat ini. Peran TNI kini lebih dikedepankan dalam operasi militer selain perang, salah satunya melalui pembinaan teritorial. Hal ini bertujuan mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat untuk ketahanan nasional serta kesejahteraan masyarakat.
Guru Besar Bidang Sosial dan Politik Universitas Lambung Mangkurat, Prof Dr H Budi Suryadi, menyatakan bahwa sejarah Indonesia telah membuktikan betapa pentingnya kehadiran TNI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, TNI sangat berperan dalam mendorong dan menciptakan persatuan serta kesatuan negara dan masyarakat Indonesia. Kemanunggalan TNI dengan masyarakat merupakan ciri khas yang menunjukkan bahwa TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat, sehingga pengabdiannya membuat TNI dicintai rakyat.
Sinergitas yang terjalin sangat baik antara TNI dan Polri juga patut dijaga karena rakyat akan merasa aman dan nyaman jika polisi dan tentara harmonis bersatu untuk melindungi masyarakat. TNI-Polri bekerja sama menjaga keamanan wilayah di darat, laut, maupun udara.
Momen Kekompakan TNI-Polri dengan Organisasi Pencak Silat dan Masyarakat
1. Kehadiran Pimpinan TNI-Polri di Munas Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
Salah satu momen penting yang menunjukkan kedekatan institusi keamanan negara dengan organisasi pencak silat adalah kehadiran para pimpinan di acara besar. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada Sabtu, 11 April 2026, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung menyalami jajaran petinggi IPSI.
Dalam acara tersebut, hadir pula Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan Menteri Riset Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga terlihat hadir dengan mengenakan pakaian pencak silat. Munas IPSI 2026 ini membahas arah pengembangan pencak silat ke depan, termasuk penguatan organisasi dan peningkatan daya saing di tingkat global. Kehadiran para petinggi TNI-Polri di forum ini menegaskan dukungan terhadap organisasi pencak silat sebagai bagian integral dari masyarakat yang berkontribusi pada ketahanan nasional.
2. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara TNI dan Polri
Komitmen untuk memperkuat sinergitas TNI dan Polri secara formal diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menandatangani MoU ini pada Kamis, 5 Oktober 2023, di sela-sela upacara peringatan HUT Ke-78 TNI di Monas, Jakarta Pusat.
MoU ini menyepakati beberapa hal, di antaranya bantuan TNI kepada Polri dalam bidang pengamanan, latihan, operasi, dan pendidikan. Panglima TNI Yudo Margono menjelaskan bahwa kesepakatan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menambahkan bahwa MoU ini penting untuk memperkuat sinergitas dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman bangsa, termasuk dalam menghadapi Pemilu 2024. Kerja sama yang terlembaga ini menjadi fondasi bagi kolaborasi yang lebih luas, termasuk dengan masyarakat dan organisasi seperti pencak silat.
3. Olahraga Bersama TNI-Polri dalam Rangka HUT Bhayangkara
Sinergitas antara TNI-Polri juga dipererat melalui kegiatan-kegiatan yang membangun kebersamaan dan kekompakan di tingkat lokal. Salah satunya adalah kegiatan olahraga bersama dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara Ke-78 yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Juni 2024, pukul 07.00 Wita, di Lapangan Apel Tantya Sudhirajati Polres Sumba Barat Daya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Sumba Barat Daya AKBP Sigit Harimbawan, S.H., S.I.K., M.H, Wakapolres Kompol I Ketut Mastina, S.Sos, Pasi Ops Kodim 1629 SBD Kapten Inf. Tito Baptista, dan Wadanyon Batalyon C Pelopor AKP Antonio Cortereal, serta gabungan personel TNI-Polri, Bhayangkari, dan Persit. Olahraga bersama seperti senam aerobik dan zumba dilanjutkan dengan makan bersama, yang diharapkan dapat meningkatkan hubungan baik dan mempererat tali persaudaraan antara personel TNI dan Polri. Kapolres SBD menyatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kebersamaan dan kerja sama TNI-Polri dalam mewujudkan Kabupaten SBD yang aman dan damai, serta memupuk sinergitas untuk menciptakan kondusivitas di Kab. SBD.
4. Peran TNI dalam Mendorong Persatuan dan Pembangunan Nasional
Selain tugas utama menjaga kedaulatan, TNI juga memiliki peran krusial dalam mendorong dan menciptakan persatuan dan kesatuan negara serta masyarakat Indonesia. TNI juga berperan penting dalam perubahan sosial di masyarakat, mampu beradaptasi, dan bersama masyarakat mendorong perubahan menuju pembangunan nasional maupun daerah.
Peran ini seringkali melibatkan interaksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk organisasi pemuda dan olahraga seperti pencak silat. Melalui berbagai program pembinaan teritorial dan komunikasi sosial, TNI turut memberdayakan potensi masyarakat untuk mendukung tujuan pembangunan dan menjaga stabilitas keamanan.
5. Mengedepankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk Kesejahteraan Rakyat
Dalam kondisi keamanan dalam negeri yang kondusif dan minimnya ancaman dari luar, peran TNI masa kini lebih dikedepankan dalam operasi militer selain perang (OMSP). Salah satu bentuk OMSP adalah pembinaan teritorial yang bertujuan mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat dalam rangka ketahanan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
TNI hadir di seluruh penjuru nusantara untuk membantu tugas pemerintahan di daerah tanpa batas, mengabdi demi masyarakat yang lebih sejahtera. Keterlibatan TNI dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemanusiaan secara tidak langsung menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan organisasi masyarakat, termasuk pencak silat, yang juga dapat berkontribusi pada keamanan dan ketertiban. Sinergi ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab militer atau polisi, melainkan juga partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa.
FAQ Seputar Kekompakan TNI-Polri dan Organisasi Pencak Silat
Apa tujuan utama kekompakan TNI-Polri dengan organisasi pencak silat?
Tujuan utamanya adalah menjaga kondusivitas keamanan wilayah dan menciptakan persatuan serta ketertiban di masyarakat. Ini juga mendukung pembangunan nasional dan daerah.
Siapa saja pimpinan yang hadir dalam Munas IPSI 2026?
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menpora Erick Thohir, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, dan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak hadir dalam Munas IPSI di JCC Senayan, Jakarta.
Kapan penandatanganan MoU antara TNI dan Polri dilaksanakan?
Penandatanganan MoU antara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dilaksanakan pada Kamis, 5 Oktober 2023, di Monas, Jakarta Pusat.
Apa saja bidang kerja sama yang disepakati dalam MoU TNI-Polri?
MoU tersebut menyepakati bantuan TNI kepada Polri dalam bidang pengamanan, latihan, operasi, dan pendidikan.
Bagaimana kegiatan olahraga bersama dapat mempererat sinergitas TNI-Polri?
Kegiatan olahraga bersama seperti senam aerobik dan zumba, diikuti dengan makan bersama, dapat meningkatkan kebersamaan dan kerja sama, serta mempererat tali persaudaraan antara personel TNI dan Polri.
Di mana lokasi olahraga bersama TNI-Polri dalam rangka HUT Bhayangkara Ke-78?
Kegiatan olahraga bersama tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Tantya Sudhirajati Polres Sumba Barat Daya pada Kamis, 27 Juni 2024.
Kesimpulan
Kekompakan antara TNI-Polri dengan organisasi pencak silat dan elemen masyarakat lainnya merupakan fondasi penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia. Melalui momen-momen seperti kehadiran di Munas IPSI, penandatanganan MoU, hingga kegiatan olahraga bersama, sinergi ini terus diperkuat. Semua upaya ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan kondusivitas keamanan wilayah demi kesejahteraan rakyat.
Harian Express Indonesia


