ENGLISHEN
Home News Smartwatch Copilot ATR Catat Ribuan Langkah, Keluarga Berharap Farhan Masih Ditemukan Hidup

Smartwatch Copilot ATR Catat Ribuan Langkah, Keluarga Berharap Farhan Masih Ditemukan Hidup

Smartwatch Copilot ATR Catat Ribuan Langkah, Keluarga Berharap Farhan Masih Ditemukan Hidup
Share

HARIANEXPRESS — Harapan baru sempat muncul di tengah operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Keluarga copilot Farhan Gunawan mengungkap temuan data dari perangkat elektronik milik Farhan yang dinilai menunjukkan aktivitas fisik signifikan setelah pesawat dinyatakan hilang kontak.

smartwatch-copilot-atr-catat-ribuan-langkah

Harapan itu berawal dari ditemukannya ponsel milik Farhan oleh tim SAR gabungan di kawasan hutan Gunung Bulusaraung pada Minggu (18/1/2026). Saat ponsel tersebut diamankan dan diperiksa oleh pihak keluarga, diketahui bahwa perangkat itu masih terhubung dengan sebuah smartwatch.

Dari hasil pengecekan, smartwatch tersebut merekam aktivitas langkah kaki dalam jumlah besar. Berdasarkan penuturan keluarga, pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WITA tercatat sekitar 9.000 langkah. Jumlah itu disebut terus bertambah hingga mencapai 13.647 langkah pada pukul 22.00 WITA di hari yang sama.

Keluarga menafsirkan data tersebut sebagai indikasi adanya pergerakan fisik yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Temuan ini memunculkan keyakinan bahwa Farhan kemungkinan masih hidup dan bergerak di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

“HP Farhan ditemukan di hutan dan terhubung dengan smartwatch-nya. Setelah dicek, ada pergerakan langkah kaki yang terus bertambah dari pagi hingga malam,” ujar salah satu anggota keluarga dalam keterangan yang disampaikan kepada media.

Sementara itu, Basarnas menyatakan bahwa operasi pencarian terhadap korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan hingga kini telah menemukan sejumlah bagian pesawat serta beberapa benda yang diduga milik korban.

“Semua temuan akan kami kumpulkan dan inventarisasi. Selanjutnya akan diserahkan kepada KNKT atau pihak kepolisian sebagai bagian dari proses investigasi,” kata perwakilan Basarnas.

Basarnas juga menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah upaya pencarian korban dengan memanfaatkan waktu emas (golden time), meskipun dihadapkan pada tantangan medan yang berat serta kondisi cuaca yang tidak menentu.

Di sisi lain, keluarga Farhan berharap data dari smartwatch tersebut dapat dijadikan acuan tambahan dalam operasi pencarian. Mereka meminta agar personel SAR ditambah dan pencarian difokuskan di sekitar titik koordinat yang diduga berkaitan dengan aktivitas yang terekam pada perangkat tersebut.

Namun demikian, otoritas terkait mengimbau publik untuk tetap menunggu hasil verifikasi resmi atas data elektronik tersebut. Basarnas menekankan bahwa seluruh informasi teknis, termasuk data dari perangkat digital, perlu dianalisis secara menyeluruh sebelum dapat dijadikan dasar kesimpulan.

Operasi pencarian masih terus berlangsung, dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan proses investigasi kecelakaan dapat berjalan secara komprehensif.

Share
Related Articles
TNI Menjaga Nadi Danau Tondano, Melawan Eceng Gondok demi Kehidupan Warga
HankamNewsTNI POLRI

TNI Menjaga Nadi Danau Tondano, Melawan Eceng Gondok demi Kehidupan Warga

TNI AD memimpin aksi bersama untuk menyelamatkan Danau Tondano dari eceng gondok,...

Gubernur Dedi Mulyadi Minta Kajian Matang SPP SMA/SMK Jabar
NewsPendidikan

Gubernur Dedi Mulyadi Minta Kajian Matang SPP SMA/SMK Jabar

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta kajian mendalam terkait wacana pengaktifan kembali SPP...

Febrie Adriansyah Dicekal Imigrasi usai Jadi Tersangka Korupsi
HeadlineHukum & KriminalNews

Febrie Adriansyah Dicekal Imigrasi usai Jadi Tersangka Korupsi

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto resmi dicekal Imigrasi 20 hari,...

Pidato Prabowo di Harkopnas: Kritik Paham Neoliberal dan Pesan Optimisme Bangsa
HeadlineNasionalNews

Pidato Prabowo di Harkopnas: Kritik Paham Neoliberal dan Pesan Optimisme Bangsa

Presiden Prabowo Subianto kritik tajam sistem ekonomi neoliberal dan serukan penguatan koperasi...


DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved