HARIANEXPRESS, SERANG – Sebanyak 9 ton sampah berhasil diangkat dari Sungai Cibanten, Kelurahan Unyur, Kota Serang, Jumat (05/06/2026).
Pembersihan besar-besaran ini dilakukan di belakang Komplek Kidemang oleh tim gabungan berbagai instansi. Sampah yang menumpuk lama terdiri dari limbah rumah tangga, batang pohon, ranting, dan bambu yang telah mengeras.
Proses pembersihan melibatkan penghanyutan sampah ke Jembatan Kidemang, kemudian diangkat secara manual ke tiga unit truk. Seluruh sampah yang terkumpul dibawa menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPSA) Cilowong.
Farach Richi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, menyatakan bahwa tumpukan sampah tersebut sangat berbahaya. Kondisi ini dapat menghambat aliran sungai dan meningkatkan risiko banjir saat musim hujan.
“Petugas berhasil mengangkut sekitar 9 ton sampah menggunakan tiga unit truk yang kemudian dibawa ke TPSA Cilowong,” ujar Farach Richi.
Tumpukan sampah teridentifikasi setelah laporan warga RT 2 dan RT 4 RW 1 Kelurahan Unyur pasca hujan lebat. Laporan tersebut juga menyebutkan adanya pohon tumbang sekitar sepekan sebelumnya yang menyebabkan penyumbatan.
“Berdasarkan informasi warga, ada pohon tumbang yang menyebabkan sampah menumpuk. Setelah kami cek ke lokasi, ternyata bukan hanya sampah styrofoam, tetapi juga banyak kayu, batang pisang, dan material lainnya yang menyatu hingga mengeras seperti tanah. Bahkan orang bisa berdiri di atas tumpukan sampah tersebut,” ujar Nana Heryatna (Lurah Unyur).
DLH Kota Serang mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai untuk mencegah pencemaran dan risiko banjir. Selain itu, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai juga disarankan demi lingkungan yang lebih bersih.


