HARIANEXPRESS, PALM BEACH COUNTY – Sebuah pesawat bisnis Learjet 60 jatuh di kawasan Greenacres, Florida, dan menewaskan seluruh sembilan orang di dalamnya.
Pesawat pribadi yang dioperasikan oleh Aurora Aviation melalui Upper Jets tersebut jatuh saat terbang dari Bandara Austin-Bergstrom di Texas menuju Bandara North Eleuthera di Bahama.
Seluruh penumpang yang terdiri dari tujuh penumpang dan dua awak pesawat dilaporkan tewas di lokasi kejadian, sementara satu orang di darat mengalami luka-luka.
National Transportation Safety Board (NTSB) memimpin penyelidikan bersama Federal Aviation Administration (FAA) setelah pesawat mengalami penurunan ketinggian secara drastis dari 35.000 kaki.
Tim penyidik menemukan indikasi bahwa pesawat mulai hancur di udara sebelum menabrak tanah.
“Yesterday, the majority of the aircraft’s left elevator was located in three pieces within a range about 1.3 to 3.8 miles away from the accident site. Those items are being retained for analysis.” ujar Tom Chapman (Anggota Dewan NTSB) di Palm Beach County, Senin (02/11/2026).
“We have light, clear ice that is manageable and moderate turbulence,” ujar Nathalia Gadelha Filgueiras (First Officer) kepada Air Traffic Control (ATC) sebelum memancarkan panggilan darurat dan berteriak, “We’re gonna crash into the ground!” sebagaimana dilaporkan CNN.
Sesaat sebelum transmisi radio terputus total, kapten pilot menyampaikannya pesan terakhir kepada pengawas lalu lintas udara. “We’re out of time.” ujar Jeff Gregory (Kapten Pilot) kepada Air Traffic Control (ATC) sebagaimana diberitakan CNN.
Kawah dampak yang terbentuk akibat hantaman pesawat di Military Trail sempat terisi air hujan deras sehingga menyulitkan evakuasi puing utama.
Selain menewaskan pengusaha teknologi Adam Robinson beserta keluarganya, kecelakaan ini juga memicu pemindahan sementara ratusan warga di sekitar lokasi kejadian.
Sumber:
- https://www.cnn.com/2026/11/03/us/florida-plane-crash-learjet












