Thursday, 10 September 2026
Hot

Kazan Perketat Keamanan untuk KTT Rusia-ASEAN, Presiden Prabowo Absen

Presiden Putin menjadi tuan rumah KTT Rusia-ASEAN di Kazan di tengah pengamanan ketat. Sementara pemimpin Indonesia Prabowo Subianto memilih fokus pada urusan dalam negeri.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, KAZAN – Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-ASEAN di Kazan, yang dimulai Rabu (17/6/2026), di tengah pengetatan keamanan.

KTT ini mempertemukan para pemimpin negara Asia Tenggara.

Konferensi tingkat tinggi ini diselenggarakan untuk memperingati 35 tahun hubungan antara Rusia dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Acara tersebut digelar saat kelompok G7 memberikan tekanan kepada Rusia terkait perang di Ukraina.

Article ad in the middle of article

Keamanan di Kota Kazan, Rusia, diperketat secara signifikan di sekitar lokasi akomodasi tamu dan sepanjang rute perjalanan delegasi KTT Rusia-ASEAN.

Wali Kota Kazan, Ilsur Metshin, menyatakan peningkatan pengamanan ini telah dimulai sejak pekan lalu dan akan berlaku hingga Sabtu (20/6).

Pola kerja khusus diberlakukan untuk seluruh aparat penegak hukum yang terdiri dari personel kepolisian Tatarstan dan wilayah lain di Rusia.

Sebanyak 189 rute delegasi telah diatur dan diuji coba di kota tersebut untuk memastikan kelancaran dan keamanan.

Namun, Presiden Indonesia Prabowo Subianto dipastikan batal menghadiri KTT Rusia-ASEAN di Kazan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Prabowo memiliki pertimbangan fokus pada penyelesaian isu dalam negeri.

Prasetyo menambahkan bahwa Prabowo sebelumnya sudah bertemu dengan para pemimpin negara ASEAN dalam KTT di Filipina.

Selain itu, Presiden Prabowo juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada April lalu untuk membahas berbagai hal dan tindak lanjut kerja sama.

Beberapa negara ASEAN mengirimkan perdana menteri mereka, termasuk Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Malaysia, dan Singapura.

Filipina diwakili langsung oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr., sementara Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah tiba di Kazan sejak Selasa (16/6).

Dalam KTT tersebut, para pemimpin dijadwalkan bertukar pandangan mengenai isu-isu internasional dan regional yang mendesak.

Pertemuan ini juga bertujuan untuk menetapkan tujuan baru dalam hubungan Rusia-ASEAN di bidang keamanan, perdagangan, investasi, dan kerja sama kemanusiaan.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan akan memanfaatkan pertemuan ini untuk membahas pasokan energi.

Malaysia berupaya memastikan pasokan minyak terus disalurkan ke negaranya di tengah kondisi geopolitik saat ini.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KTT Rusia-ASEAN, Russia-ASEAN Business Forum juga diselenggarakan pada Rabu.

ASEAN sendiri didirikan pada tahun 1967 dan saat ini beranggotakan 11 negara, termasuk Indonesia, Brunei Darussalam, Timor Leste, Vietnam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Filipina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Article ad after last paragraph