HARIANEXPRESS – Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia akibat dugaan infeksi hantavirus, virus langka yang ditularkan melalui rodent. Satu kasus terkonfirmasi laboratorium, sementara lima kasus lainnya masih diselidiki. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko penularan ke publik rendah. (05/05/2026)
Kapal pesiar MV Hondius yang beroperasi di wilayah Atlantik menjadi pusat perhatian internasional setelah laporan wabah yang diduga hantavirus. Kapal tersebut membawa sekitar 150 penumpang dari berbagai negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, dan Spanyol. Operator kapal, Oceanwide Expeditions, mengonfirmasi korban meninggal adalah pasangan suami-istri asal Belanda dan satu warga Jerman.
Kronologi Kejadian di MV Hondius

Kapal MV Hondius berangkat dari Ushuaia, Argentina, sekitar tiga minggu sebelum insiden. Perjalanan mencakup kunjungan ke Antartika dan pulau-pulau terpencil. Penumpang mulai jatuh sakit saat kapal melintasi Atlantik menuju Cape Verde.
- Seorang pria Belanda berusia 70 tahun meninggal di St. Helena.
- Istrinya, 69 tahun, meninggal di bandara Johannesburg.
- Seorang warga Jerman juga dilaporkan meninggal.
- Seorang warga Inggris dirawat intensif di Afrika Selatan dengan konfirmasi laboratorium positif hantavirus.
- Dua orang lagi menunjukkan gejala dan memerlukan evakuasi medis.
Otoritas Cape Verde menolak kapal merapat sebagai langkah pencegahan. Sekitar 149 orang masih berada di kapal saat evakuasi medis dilakukan. WHO dan otoritas kesehatan Afrika Selatan terus memantau situasi.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan kelompok virus yang termasuk dalam keluarga Bunyaviridae. Virus ini menyebabkan dua sindrom utama pada manusia: Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di Amerika dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) di berbagai belahan dunia lainnya. Penyakit ini bisa berkembang cepat dan memiliki tingkat kematian yang signifikan jika tidak ditangani segera.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus tidak menular antarmanusia dalam kondisi biasa. Penularan hampir selalu terjadi melalui kontak dengan rodent yang terinfeksi, terutama urine, kotoran, atau air liur mereka.
“Hantaviruses are a family of viruses which can cause serious illnesses and death. These viruses cause diseases like hantavirus pulmonary syndrome (HPS) and hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). They are spread mainly by rodents.”
Gejala awal hantavirus mirip flu biasa, seperti demam, nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, pusing, dan mual. Dalam kasus HPS, kondisi bisa memburuk dengan cepat menjadi sesak napas parah akibat cairan memenuhi paru-paru. Masa inkubasi biasanya 1 hingga 8 minggu setelah paparan.
Bagaimana Hantavirus Menyebar?
Penularan hantavirus terjadi terutama melalui inhalasi partikel virus yang terudara ketika kotoran rodent kering terganggu, misalnya saat membersihkan ruangan atau area yang terkontaminasi. Cara lain termasuk kontak langsung dengan rodent melalui gigitan atau goresan, meski jarang, serta konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.
Di kapal pesiar, paparan kemungkinan berasal dari rodent yang naik ke kapal selama persinggahan di pelabuhan atau area terpencil seperti Antartika, Falkland, dan South Georgia sebelum menuju Cape Verde. Investigasi masih berlangsung untuk menentukan sumber pasti.
Tidak ada bukti penularan antarmanusia yang signifikan untuk hantavirus jenis ini. Risiko utama tetap pada kontak dengan rodent atau lingkungan yang terkontaminasi. WHO menekankan bahwa risiko terhadap masyarakat umum sangat rendah.
Pencegahan dan Pengobatan
Tidak ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk hantavirus. Pengobatan bersifat suportif, termasuk oksigen, ventilasi mekanik jika diperlukan, dan perawatan di rumah sakit untuk mengelola komplikasi pernapasan dan ginjal.
Pencegahan utama meliputi:
- Menghindari kontak dengan rodent liar.
- Membersihkan area potensial kontaminasi dengan masker dan sarung tangan.
- Menyimpan makanan dengan aman di kapal atau rumah.
- Mengontrol populasi tikus di area pemukiman dan transportasi.
Kasus ini mengingatkan publik pada kematian Betsy Arakawa, istri aktor Gene Hackman, yang juga disebabkan hantavirus pada tahun sebelumnya di New Mexico, Amerika Serikat.
WHO menyatakan sedang melakukan investigasi mendalam. Risiko penularan lebih lanjut di kapal dinilai terkendali karena tidak ada transmisi antarmanusia yang dominan.
Catatan Sumber:
- https://www.who.int/ (pernyataan resmi)
- https://www.bbc.com/news/articles/cy0294829ndo
- https://www.reuters.com/business/healthcare-pharmaceuticals/who-says-risk-public-is-low-after-suspected-hantavirus-outbreak-hits-ship-2026-05-04/
- https://www.cdc.gov/hantavirus/about/index.html
- https://www.nytimes.com/2026/05/03/well/cruise-ship-virus-fatal-outbreak.html












