Radius Posan
Penulis
|
Miranda Gojali
Editor
Singapore dan Korea Selatan sepakat meningkatkan perjanjian perdagangan bebas (FTA) mereka yang telah berlaku selama 20 tahun, dengan fokus pada ketahanan rantai pasok, fasilitasi perdagangan, serta pemeliharaan dan perbaikan pesawat. Kesepakatan ini menjadi salah satu dari enam perjanjian yang ditandatangani selama kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke Singapura. Perdana Menteri Lawrence Wong menekankan kemitraan ini krusial di tengah lanskap geopolitik yang menantang. (02/03/2026)
Perjanjian FTA Korea-Singapura telah berlaku sejak 20 tahun lalu tepat pada tanggal kunjungan tersebut. Kedua pemimpin menyadari perubahan signifikan dalam lanskap perdagangan global selama dua dekade terakhir. Mereka menyoroti perlunya adaptasi terhadap penekanan yang lebih besar pada ketahanan rantai pasok, perdagangan digital, serta transisi hijau.
Perdana Menteri Lawrence Wong menyatakan hal tersebut secara langsung dalam pertemuan dengan Presiden Lee.
“Over the past two decades since then, the global trading landscape has evolved significantly with greater emphasis on supply chain resilience, digital trade, and the green transition. And so, President Ye and I agreed to upgrade our FTA to ensure it remains forward-looking, relevant, and beneficial to our businesses and workers.”
Pernyataan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk menjaga FTA tetap relevan dan menguntungkan bagi pelaku usaha serta pekerja di kedua belah pihak.
Peningkatan FTA mencakup bidang-bidang spesifik seperti ketahanan rantai pasok, fasilitasi perdagangan, serta pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO) penerbangan. Kerja sama di sektor aviasi ini diharapkan memperkuat posisi kedua negara sebagai pusat penting dalam industri penerbangan regional.
Selain FTA, kedua negara juga menandatangani kesepakatan lain yang mendukung kolaborasi mendalam. Mereka sepakat menjajaki kerja sama lebih lanjut di bidang kecerdasan buatan (AI), isu digital, serta keamanan siber. Langkah ini sejalan dengan upaya global untuk mengatasi tantangan teknologi baru.
Kerja sama mencakup penelitian bersama dan pertukaran talenta di sektor teknologi seperti manufaktur canggih serta industri bernilai tinggi lainnya. Kedua pihak juga mendorong ambisi hijau melalui studi potensi energi nuklir sebagai bagian dari transisi energi berkelanjutan.
Hubungan antarmasyarakat kedua negara terus berkembang pesat. Perdana Menteri Wong menyoroti antusiasme warga Singapura terhadap drama Korea (K-drama) dan K-pop. Banyak warga Singapura yang bepergian ke Korea untuk menikmati budaya serta warisan kaya negara tersebut secara langsung.
Salah satu sorotan adalah konser grup K-pop BTS yang akan digelar di Singapura pada akhir tahun ini. Konser tersebut menjadi perhentian terpanjang BTS di Asia di luar Korea Selatan dan Jepang. Singapura menyambut baik acara ini sebagai bagian dari penguatan ikatan budaya.
Presiden Lee Jae Myung datang ke Singapura atas undangan Presiden Tharman Shanmugaratnam. Kunjungan ini memperkuat hubungan bilateral yang sudah sangat baik. Sebelumnya, kedua negara telah meningkatkan status hubungan menjadi kemitraan strategis pada November tahun lalu.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Wong, Presiden Lee dan delegasinya menyaksikan penandatanganan enam perjanjian tersebut. Kunjungan juga mencakup penghormatan simbolis, seperti penamaan anggrek setelah Presiden Lee dan Ibu Negara Kim.
Perdana Menteri Wong menekankan pentingnya mitra tepercaya dan berpikiran sama di dunia yang semakin kompleks.
Hubungan Singapura-Korea Selatan terus menunjukkan ketangguhan di tengah ketidakpastian geopolitik global. Peningkatan FTA dan kesepakatan lain diharapkan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi kedua negara, sekaligus memperkuat posisi mereka di kawasan Asia-Pasifik.
Kerja sama di bidang teknologi tinggi, energi hijau, dan ikatan budaya menjadi fondasi kuat untuk kolaborasi masa depan. Kedua pemimpin menyatakan optimisme bahwa kemitraan ini akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas regional.