Friday, 04 September 2026
Hot

USS Abraham Lincoln Berlabuh di Pattaya, Polisi Siaga Lonjakan Prostitusi

Kapal induk AS USS Abraham Lincoln berlabuh di Pattaya setelah perang Iran. Otoritas Thailand siaga, menindak prostitusi di kota resor menyambut 5.000 pelaut.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, PATTAYA – Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dijadwalkan bersandar di kota resor Pattaya, Thailand, memicu operasi penindakan prostitusi oleh otoritas setempat, Kamis (3/9/2026).

Kapal induk tersebut membawa sekitar 5.000 pelaut dan marinir. Kehadiran personel militer dalam jumlah besar ini memicu keprihatinan otoritas lokal terkait potensi lonjakan aktivitas ilegal.

USS Abraham Lincoln akan bersandar setelah melaut selama lebih dari 200 hari. Polisi setempat mempersiapkan patroli tambahan di sekitar kawasan utama tepi pantai dan pusat hiburan malam Pattaya.

Selama akhir pekan otoritas setempat menahan antara 40 hingga 50 orang. Mereka ditahan atas dugaan terlibat prostitusi.

Article ad in the middle of article

“Kami berupaya semaksimal mungkin, namun hal ini sulit dilakukan,” ujar Kepala Polisi Pattaya, Anek Srathongyoo.

Ia menjelaskan bahwa pekerja seks berpotensi menawarkan jasa mereka di tempat umum tanpa sepengetahuan pihak berwenang.

Prostitusi adalah tindakan ilegal di Thailand, meskipun industri seks terlihat secara terang-terangan di pusat-pusat wisata utama. Kawasan ini termasuk beberapa wilayah di Bangkok dan Pattaya.

Kapal Lincoln bertolak dari pangkalan induknya di San Diego pada November. Selanjutnya, kapal tersebut dialihkan ke Timur Tengah untuk mendukung operasi militer dalam konflik antara AS-Israel dan Iran.

Masa tugas USS Abraham Lincoln di laut mencatatkan rekor terlama di era modern. Informasi ini disampaikan menurut para anggota parlemen dari Partai Demokrat.

Article ad after last paragraph