Harian Express – Industri perasuransian di Indonesia menunjukkan performa yang cukup tangguh di awal tahun 2026. Meski situasi geopolitik dunia sedang memanas, sektor ini justru mencatatkan pertumbuhan aset dan pendapatan premi yang signifikan. Berdasarkan data terbaru hingga Februari 2026, aset industri asuransi nasional tumbuh sebesar 6,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dengan total nilai mencapai Rp1.219,35 triliun.
Tidak hanya aset, pendapatan premi juga mengalami kenaikan sebesar 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan nilai mencapai Rp62,37 triliun. President Commisioner INARE, Firdaus Djaelani, menyebutkan bahwa tren positif ini didorong oleh kondisi ekonomi dalam negeri yang masih terjaga kuat. Pertumbuhan ini juga merembet ke industri reasuransi yang berhasil membukukan kenaikan premi hingga 7,41 persen.
Firdaus menjelaskan bahwa sejumlah sektor spesifik menjadi motor penggerak utama dalam kenaikan premi kali ini. Asuransi properti diprediksi mampu tumbuh sekitar 8 persen sepanjang tahun ini. Selain itu, lini asuransi kredit, suretyship atau penjaminan, hingga asuransi Marine Hull juga menunjukkan geliat yang positif. Sektor asuransi kendaraan bermotor pun ikut terdongkrak, terutama didorong oleh meningkatnya tren penggunaan kendaraan listrik di tanah air.
Menariknya, asuransi Marine Hull atau asuransi rangka kapal sering kali menjadi sorotan saat ketegangan internasional meningkat. Risiko pengiriman barang di jalur laut yang lebih tinggi biasanya membuat kebutuhan akan perlindungan asuransi semakin besar. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa bisnis asuransi tertentu diprediksi tetap mampu mencetak keuntungan meski kondisi global sedang tidak menentu.
Namun, di balik kabar baik tersebut, industri ini tetap menghadapi sejumlah tantangan nyata. Firdaus mengingatkan bahwa asuransi kesehatan dan sektor-sektor dengan nilai klaim besar diperkirakan masih akan mengalami tekanan. Oleh karena itu, para pelaku industri diharapkan tetap menjaga kualitas underwriting yang sehat serta memastikan proses pembayaran klaim dilakukan secara cepat dan tepat demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Data dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) juga memperkuat optimisme ini dengan melihat adanya pergeseran tren pasar menuju asuransi yang lebih spesifik. Pertumbuhan ekonomi yang stabil menjadi fondasi utama bagi industri asuransi untuk terus berekspansi, terlepas dari tantangan eksternal yang muncul dari dinamika politik luar negeri.
Sangat penting bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk terus memantau perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi stabilitas pasar dalam negeri. Pastikan Anda tetap memperbarui informasi mengenai tren investasi dan perlindungan aset agar bisa mengambil keputusan finansial yang tepat di masa depan.




